06. KAMARKOST

DXX Street Label

Visual Psycho Therapy — 2018 · Pameran Tunggal / Tugas Akhir Desain Komunikasi Visual · Kamarkost, Padang

DXX STREET LABEL

Visual Psycho Therapy

2018 — Pameran Tunggal / Tugas Akhir Desain Komunikasi VisualKamarkost, Padang

Dokumentasi DXX Street Label — Visual Psycho Therapy
Dokumentasi dari arsip Mardi Al Anhar.

Dokumentasi dari arsip Mardi Al Anhar: persiapan brand activation di kamarkost.ch, 2018.

Visual Psycho Therapy merupakan pameran tunggal DXX Street Label yang dikembangkan sebagai bagian dari tugas akhir Desain Komunikasi Visual pada tahun 2018. Proyek ini berangkat dari upaya membaca kembali citra DXX, yang sebelumnya dikenal melalui praktik street art dan graffiti, kemudian mengembangkannya menjadi sebuah brand dengan pendekatan komunikasi visual yang tidak hanya bekerja sebagai identitas, tetapi juga sebagai pengalaman.

Alih-alih menghadirkan brand melalui logo, poster, pakaian, atau merchandise semata, proyek ini mencoba mempertanyakan: apakah bahasa visual dapat dirancang menjadi sebuah ruang yang memengaruhi cara seseorang merasakan, berperilaku, dan merespons dirinya sendiri?

Dari pertanyaan tersebut lahir konsep Visual Psycho Therapy—sebuah eksperimen yang mempertemukan strategi branding, desain ruang, psikologi visual, street culture, dan pengalaman personal.

Dokumentasi DXX Street Label — Visual Psycho Therapy
Dokumentasi dari arsip Mardi Al Anhar.
Pameran berlangsung di Kamarkost, yang pada proyek ini tidak diposisikan sebagai galeri konvensional. Ruang domestik diubah menjadi semacam tempat konsultasi dengan beberapa karakter ruang yang berbeda. Pengunjung tidak hanya melihat karya, tetapi diajak masuk ke dalam sistem visual DXX Street Label dan mengalami perubahan suasana melalui warna, material, tata ruang, objek, pakaian, serta atmosfer.

Dokumentasi dari arsip Mardi Al Anhar: layout majalah dxx street label, 2018.

Dokumentasi DXX Street Label — Visual Psycho Therapy
Dokumentasi dari arsip Mardi Al Anhar.
Dokumentasi DXX Street Label — Visual Psycho Therapy
Dokumentasi dari arsip Mardi Al Anhar.
Dokumentasi dari arsip Mardi Al Anhar: layout majalah dxx street label, 2018.

BADROOM — Ruang Pelampiasan

Ruang pertama disebut Badroom.

Ruang ini dirancang sebagai tempat untuk melepaskan emosi. Suasananya gelap, remang, dan cenderung menekan dengan dominasi hitam, merah kusam, serta pecahan kaca yang tersebar sebagai bagian dari konstruksi visual ruang.

Badroom tidak dirancang untuk menjadi ruang yang nyaman. Sebaliknya, ruang ini memberi kesempatan kepada pengunjung untuk berhadapan dengan suasana yang kasar, berantakan, dan penuh tekanan—sebuah representasi visual dari emosi yang selama ini mungkin disimpan atau ditekan.

Dalam konteks ini, elemen visual tidak hanya berfungsi sebagai dekorasi. Warna, cahaya, material, tekstur, dan susunan objek diperlakukan sebagai perangkat pembentuk pengalaman.

Dokumentasi DXX Street Label — Visual Psycho Therapy
Dokumentasi dari arsip Mardi Al Anhar.
Pengunjung ditempatkan dalam situasi yang memungkinkan mereka merasakan ruang sebelum memahami pesan yang ingin disampaikan.

Dokumentasi dari arsip Mardi Al Anhar: Badroom, 2018.

Dokumentasi DXX Street Label — Visual Psycho Therapy
Dokumentasi dari arsip Mardi Al Anhar.
Dokumentasi dari arsip Mardi Al Anhar: Badroom, 2018.

GOODROOM — Ruang Pemulihan

Setelah Badroom, pengunjung diarahkan menuju Goodroom.

Karakter ruang ini berlawanan dengan ruang sebelumnya. Jika Badroom dibangun melalui ketegangan, Goodroom menawarkan suasana yang cerah, bersih, tenang, dan teratur. Elemen bunga, warna yang lebih terang, serta tata ruang yang rapi membentuk atmosfer yang lebih ringan.

Perubahan dari Badroom menuju Goodroom menjadi bagian penting dari eksperimen ini.

Kontras kedua ruang menunjukkan bahwa perubahan visual dapat menciptakan perubahan pengalaman. Pengunjung tidak hanya membaca perbedaan melalui mata, tetapi mengalaminya melalui tubuh dan suasana.

Badroom dan Goodroom menjadi dua kondisi visual yang saling berlawanan: pelampiasan dan pemulihan, tekanan dan ketenangan, kekacauan dan keteraturan.

Dokumentasi dari arsip Mardi Al Anhar: Goodroom, 2018.

Dokumentasi DXX Street Label — Visual Psycho Therapy
Dokumentasi dari arsip Mardi Al Anhar.
Dokumentasi DXX Street Label — Visual Psycho Therapy
Dokumentasi dari arsip Mardi Al Anhar.

REGISTRATION ROOM — Brand sebagai Pengalaman

Ruang berikutnya berfungsi sebagai ruang registrasi sekaligus ruang yang memperkenalkan identitas DXX Street Label.

Berbeda dengan dua ruang sebelumnya, ruang ini ditata seperti sebuah display brand. Pakaian dan merchandise disusun dengan rapi seperti produk yang berada di sebuah toko atau ruang konsultasi profesional.

Di sini, DXX tidak lagi tampil semata-mata sebagai citra seorang seniman jalanan. Identitas street artist diterjemahkan menjadi sebuah sistem visual yang dapat dikembangkan menjadi brand, produk, ruang, dan pengalaman.

Pakaian dan merchandise bukan hanya benda jualan, tetapi menjadi bagian dari konstruksi identitas DXX Street Label.

Dengan demikian, proyek ini memperluas pemahaman mengenai branding: brand tidak berhenti pada tanda atau logo, tetapi dapat hadir sebagai atmosfer, perilaku, ruang, dan pengalaman.

Dokumentasi DXX Street Label — Visual Psycho Therapy
Dokumentasi dari arsip Mardi Al Anhar.

DESAIN SEBAGAI RUANG TERAPI

Visual Psycho Therapy pada dasarnya merupakan sebuah eksperimen dalam Desain Komunikasi Visual.

Eksperimen ini mencoba menggeser posisi desain dari sekadar alat untuk menyampaikan pesan menuju sebuah perangkat yang menciptakan pengalaman.

Warna tidak hanya dipilih karena estetika. Cahaya tidak hanya digunakan untuk menerangi ruangan. Material tidak hanya menjadi dekorasi. Tata letak tidak hanya mengatur benda.

Semuanya disusun sebagai bagian dari bahasa visual yang bekerja secara bersamaan untuk membentuk atmosfer tertentu.

Dalam proyek ini, ruang menjadi media komunikasi.

Pengunjung menjadi bagian dari sistem tersebut. Mereka masuk, bergerak, melihat, merasakan, membandingkan, dan mengalami perubahan suasana dari satu ruang ke ruang lainnya.

Dokumentasi DXX Street Label — Visual Psycho Therapy
Dokumentasi dari arsip Mardi Al Anhar.
Dengan pendekatan tersebut, Visual Psycho Therapy menjadi titik temu antara street art, branding, desain komunikasi visual, ruang, dan pengalaman psikologis.

Dokumentasi dari arsip Mardi Al Anhar: foto Bersama penguji kelayakan karya, 2018.

Dokumentasi DXX Street Label — Visual Psycho Therapy
Dokumentasi dari arsip Mardi Al Anhar.
Dokumentasi dari arsip Mardi Al Anhar: foto Bersama penguji kelayakan karya, 2018.

DXX: DARI STREET ART MENJADI BRAND

Proyek ini juga menjadi fase penting dalam perjalanan DXX.

DXX sebelumnya tumbuh dari praktik street art dan graffiti—sebuah identitas yang erat dengan jalanan, spontanitas, intervensi visual, dan budaya urban. Melalui Visual Psycho Therapy, identitas tersebut tidak ditinggalkan, tetapi ditransformasikan menjadi sistem yang lebih luas.

Street art menjadi titik berangkat.Brand menjadi medium.Ruang menjadi media.Pengalaman menjadi pesan.

Karena itu, Visual Psycho Therapy bukan hanya pameran tentang DXX Street Label, tetapi sebuah percobaan untuk melihat sejauh mana identitas visual dapat dikembangkan menjadi sebuah pengalaman yang dapat dimasuki, dirasakan, dan dipertanyakan.

Proyek ini merupakan salah satu titik penting yang memperlihatkan bagaimana praktik desain dan praktik seni mulai saling bertemu dalam perjalanan DXX—dari citra street artist menuju eksperimen tentang identitas, ruang, dan pengalaman visual.

Dokumentasi DXX Street Label — Visual Psycho Therapy
Dokumentasi dari arsip Mardi Al Anhar.

Dokumentasi DXX Street Label — Visual Psycho Therapy
Dokumentasi dari arsip Mardi Al Anhar.
Dokumentasi dari arsip Mardi Al Anhar: Dokumentasi proses karya, 2018.

Dokumentasi dari arsip Mardi Al Anhar: Dokumentasi proses karya, 2018.

← Kembali ke KamarKost