KULIAH LIBUR #1
Kamarkost — Program Belajar Bersama

Dokumentasi dari arsip Kamartkost: cover zine Dopink Kuliah Libur#1, 2018.
KULIAH LIBUR #1
Kuliah Libur #1 adalah program belajar alternatif yang diinisiasi oleh Kamarkost, sebuah ruang kreatif yang mempertemukan praktik seni, kehidupan sehari-hari, dan masyarakat.
Program ini berangkat dari pertanyaan sederhana:
“APA ITU KULIAH LIBUR?”
Alih-alih menjadikan masa libur sebagai waktu berhenti dari aktivitas belajar, Kamarkost mencoba mengubahnya menjadi ruang untuk bertemu, berbagi pengalaman, bereksperimen, dan belajar bersama melalui praktik seni.
Kuliah Libur #1 mempertemukan peserta dengan beberapa pengalaman praktik seni yang berbeda. DXX terlibat sebagai salah satu pengajar, sementara Alien Pang, seniman dari Jakarta, diundang untuk melakukan residensi di Kamarkost sekaligus berbagi praktiknya sebagai pengajar.


Dokumentasi dari arsip Kamartkost: karya mentor Dxx dan Alien pang, 2018.
Dokumentasi dari arsip Kamartkost: Proses belajar di Pantai pada Kuliah Libur#1, 2018.
RESIDENSI, MENGAJAR, DAN BERBAGI
Kehadiran Alien Pang menjadi bagian penting dari Kuliah Libur #1.
Ia tidak datang ke Kamarkost hanya sebagai seniman tamu untuk memberikan materi, tetapi juga menjalani pengalaman residensi di dalam ruang yang menjadi tempat berlangsungnya program. Kehadiran tersebut menciptakan kemungkinan terjadinya pertukaran yang lebih dekat: antara seniman, peserta, ruang, dan kehidupan sehari-hari.
Residensi menjadi bagian dari proses belajar.
Seniman datang membawa pengalaman dan praktik dari tempat lain. Kamarkost menyediakan ruang dan konteks lokal. Peserta kemudian menjadi bagian dari pertemuan tersebut.
Dengan cara ini, pengetahuan tidak hanya diberikan melalui kelas, tetapi muncul dari tinggal bersama, berbicara, mengamati, mencoba, dan melakukan sesuatu bersama.
DXX & ALIEN PANG
Kuliah Libur #1 mempertemukan dua pengalaman praktik yang berbeda.
DXX membawa pengalaman praktik seni yang berkembang dari lingkungan street art, desain, dan eksperimen visual.
Sementara Alien Pang memiliki praktik ilustrasi terlibat di ruang rupa Jakarta melalui program residensi dan kemudian terlibat langsung dalam proses belajar bersama.
Pertemuan keduanya tidak dimaksudkan untuk memberikan satu metode belajar yang baku. Justru perbedaan pengalaman tersebut menjadi bahan untuk membuka kemungkinan bagi peserta dalam melihat seni dari berbagai cara.
Tidak ada satu cara untuk menjadi seniman.Tidak ada satu cara untuk belajar seni.
Yang dibangun adalah kesempatan untuk mengalami berbagai kemungkinan tersebut secara langsung.
LIMA PERTEMUAN
Kuliah Libur #1 berkembang melalui lima pertemuan.
Prosesnya dimulai dari pertanyaan mengenai apa sebenarnya Kuliah Libur, kemudian bergerak menuju pengenalan diri, pengembangan karakter dan bahasa visual, aktivitas bersama, hingga produksi.
Peserta diajak untuk tidak hanya menerima materi, tetapi juga mengembangkan pengalaman mereka sendiri melalui gambar, ilustrasi, percakapan, permainan, aktivitas, dan eksperimen.
Dari sini muncul satu pola yang menjadi penting dalam program:
mengenali → mengalami → bertemu → mencoba → membuat.
DARI DIRI KE BERSAMA
Bagian awal program membawa peserta untuk mengenali dirinya sendiri.
Karakter, gambar, cerita, kegemaran, dan pengalaman personal diterjemahkan menjadi bentuk visual. Apa yang awalnya bersifat personal kemudian ditempatkan dalam ruang bersama.
Ketika setiap peserta membawa dunianya masing-masing, muncul sebuah kemungkinan baru: belajar melalui perbedaan.
Di sinilah Kuliah Libur tidak hanya berbicara tentang seni, tetapi juga tentang bagaimana seseorang menempatkan dirinya di tengah orang lain.
KARYA SEBAGAI JEJAK PROSES
Karya yang muncul dalam Kuliah Libur #1 bukan semata-mata target akhir sebuah kelas.
Gambar, karakter, dokumentasi, dan produk visual menjadi jejak dari proses yang telah dilalui bersama.
Karena itu, yang penting bukan hanya apa yang akhirnya dibuat, tetapi bagaimana sesuatu tersebut muncul dari percakapan, pengalaman, kesalahan, percobaan, dan interaksi selama program berlangsung.
ZINE KULIAH LIBUR BERSAMA
Seluruh perjalanan tersebut kemudian dihimpun dalam zine Kuliah Libur Bersama.
Zine menjadi arsip visual dari lima pertemuan: mulai dari pertanyaan awal, catatan pembelajaran, karakter peserta, gambar, dokumentasi aktivitas, hingga proses produksi.

Ia tidak hanya mendokumentasikan program, tetapi menjadi perpanjangan dari proses belajar itu sendiri.

Dokumentasi dari arsip Kamartkost: aktivitas kuliah libur di catat dalam zine pada Kuliah Libur#1, 2018
Dokumentasi dari arsip Kamartkost: Proses belajar di kolong jembatan basko pada Kuliah Libur#1, 2018.

KULIAH LIBUR #1
Kuliah Libur #1 memperlihatkan bagaimana Kamarkost mencoba menjadikan ruang kreatif sebagai ruang belajar dan pertukaran pengetahuan.
DXX mengajar dari pengalaman praktiknya.Alien Pang datang dari Jakarta melalui residensi.Peserta membawa pengalaman dan imajinasinya sendiri.Kamarkost menjadi ruang tempat semuanya bertemu.
Batas antara pengajar, seniman, peserta, penghuni, dan ruang menjadi lebih cair.
Pada akhirnya, Kuliah Libur bukan tentang menciptakan kelas seni yang baru.
Ia adalah percobaan untuk melihat:
“Apa yang terjadi ketika kita berhenti menganggap belajar sebagai sesuatu yang hanya terjadi di dalam kelas?”