← Kembali ke Kamar Kost
Pameran SAGITIGO
Dokumentasi Sagitigo 1

dokumentasi dari arsip Kamarkost.ch,2017.

Sagitigo merupakan salah satu praktik pameran yang mempertemukan tiga seniman asal Sumatera Barat yang memiliki keterkaitan dengan Kelompok Seni TERAS, yaitu Mardi Al Anhar, Fitra Alex, dan Sastra Hadi Kusuma.

Pameran ini berangkat dari pertemuan tiga seniman, tetapi sejak awal tidak dimaksudkan sebagai ruang yang tertutup hanya untuk ketiganya. Sagitigo membuka kemungkinan bagi seniman muda lainnya untuk masuk, merespons, dan ikut membangun situasi pameran. Beberapa seniman yang kemudian memberikan respons di antaranya Say Hello, Bverb, Agung Coretan, Hafis, Danil, kapten moed dan seniman lainnya.

Dengan demikian, Sagitigo tidak hanya bekerja sebagai pameran tiga seniman, tetapi berkembang menjadi sebuah ruang pertemuan. Karya dan gagasan yang dibawa oleh tiga seniman awal menjadi pemicu bagi munculnya respons dari seniman lain. Batas antara peserta utama dan seniman yang merespons menjadi lebih terbuka. Pameran kemudian tidak hanya berisi karya yang telah dipersiapkan sebelumnya, tetapi juga menjadi ruang bagi proses, interaksi, dan kemungkinan baru.

dokumentasi dari arsip Kamarkost.ch,2017.

Dokumentasi Sagitigo 2

Sagitigo merupakan bagian dari program Kamarkost.ch, yang sejak awal memiliki gagasan untuk menghadirkan ruang apresiasi seni yang dekat dengan masyarakat.

Kamarkost tidak hanya dipahami sebagai ruang untuk memajang karya, tetapi sebagai ruang pertemuan antara seniman, karya, lingkungan, dan masyarakat. Karena itu, kegiatan pameran tidak harus mengikuti pola ruang galeri formal yang membatasi siapa yang datang dan bagaimana seseorang berhubungan dengan karya.

Melalui Sagitigo, Kamarkost kembali menjalankan gagasan tersebut: membuka ruang seni dari lingkungan sosial tempatnya berada dan membiarkan ruang tersebut berkembang melalui pertemuan.

Pembukaan melalui Performance Art

Pembukaan Sagitigo dilakukan melalui performance art oleh Badman107 dengan karya Coretanku Memanggil Massa.

Performance tersebut menjadi bagian penting dari pembukaan karena menghadirkan tubuh, aksi, dan massa ke dalam situasi pameran. Pembukaan tidak hanya menjadi seremoni untuk menandai dimulainya pameran, tetapi sekaligus menjadi peristiwa artistik yang mengaktifkan ruang.

dokumentasi dari arsip Kamarkost.ch,2017.

Dokumentasi Sagitigo 3

Karya Coretanku Memanggil Massa dapat dipahami sebagai tindakan yang mempertemukan praktik seni dengan kehadiran publik. Massa tidak hanya menjadi penonton, tetapi menjadi bagian dari situasi yang dibentuk melalui performance.

Pameran dan Masyarakat

Salah satu hal yang penting dari praktik Sagitigo adalah orientasinya kepada masyarakat setempat.

Pameran tidak secara khusus ditujukan kepada kolektor, tamu eksklusif, atau kalangan tertentu dalam ekosistem seni. Pameran dibuka kepada masyarakat sekitar. Hal ini sejalan dengan cita-cita Kamarkost untuk menciptakan ruang apresiasi seni yang memiliki kedekatan dengan kehidupan sehari-hari.

Posisi ini menjadi penting karena ruang seni sering kali memiliki jarak dengan masyarakat di sekitarnya. Kamarkost justru mencoba membalik situasi tersebut: masyarakat tidak harus menjadi bagian dari komunitas seni, kolektor, atau memiliki pengetahuan khusus tentang seni untuk dapat hadir dan mengalami sebuah pameran.

Dengan membuka pameran kepada masyarakat setempat, ruang seni menjadi bagian dari lingkungan sosialnya sendiri.

dokumentasi dari arsip Kamarkost.ch,2017.

Dokumentasi Sagitigo 4

Jika diringkas, praktik Sagitigo memperlihatkan pola kerja:

tiga seniman → membuka ruang → seniman lain merespons → performance mengaktifkan massa → masyarakat hadir → pameran menjadi peristiwa bersama.

Pola tersebut menunjukkan bahwa pameran tidak diperlakukan hanya sebagai hasil akhir, melainkan sebagai situasi yang memungkinkan terjadinya pertemuan dan respons.

Tiga seniman dari TERAS menjadi titik awal. Seniman muda lainnya kemudian masuk dan memberikan respons. Performance membuka peristiwa kepada massa. Masyarakat sekitar menjadi bagian dari ruang tersebut. Dari proses itu, pameran berkembang menjadi lebih dari sekadar presentasi karya.

Catatan Posisi dalam Sejarah Kamarkost

Sagitigo dapat dicatat sebagai salah satu praktik yang memperlihatkan karakter Kamarkost sebagai ruang alternatif yang berbasis pada jejaring, keterbukaan, dan kedekatan dengan masyarakat.

dokumentasi dari arsip Kamarkost.ch,2017

Dokumentasi Sagitigo 5
Dokumentasi Sagitigo 6

dari arsip Kamarkost.ch,2017

Praktik ini memperlihatkan bahwa Kamarkost tidak hanya berfungsi sebagai tempat memamerkan karya, tetapi sebagai ruang yang memungkinkan seniman bertemu, merespons, bereksperimen, dan berhubungan langsung dengan lingkungan sosialnya.

Dalam konteks tersebut, Sagitigo menjadi contoh bagaimana sebuah pameran dapat dimulai dari kelompok kecil tetapi kemudian membuka diri menjadi peristiwa bersama.

Bagi Kamarkost, ruang seni bukan semata-mata tentang siapa yang memiliki karya atau siapa yang datang sebagai tamu. Yang lebih penting adalah bagaimana sebuah ruang dapat membuka kemungkinan pertemuan antara seni dan kehidupan sehari-hari.

dari arsip Kamarkost.ch,2017

Dokumentasi Sagitigo 7